Udah April aja yah. Gak terasa.. Aplikasi Beasiswa Monbukagakusho sepertinya udah dibuka lagi buat pelajar-pelajar yang semangatnya menggebu-gebu buat belajar di negeri sakura. Well, how irony, dikala semuanya lagi berlomba-lomba, saya malah udah gak semangat buat ngejar beasiswa. Malahan waktu teman saya ngasih info kalau ada teman saya yang udah ada di Jepang, tanggapan saya malah datar-datar saja.
Udah beberapa bulan ini semangat saya untuk mengejar beasiswa ke Jepang memang agak sedikit luntur. Mungkin karena saya menjadi sangat sibuk dengan urusan saya yang lain yang lebih penting, jadinya hal-hal yang berkenaan dengan beasiswa turun drastis menjadi nomor kesekian dari daftar hal-hal yang harus saya kerjakan. Yah, beasiswa memang bukan sesuatu hal yang penting dan mendesak untuk dilakukan. Bila keadaan sudah stabil kembali, mungkin saya akan memikirkan kembali tentang pengajuan beasiswa, dan tentunya, dengan perjuangan kembali dari nol lagi.
Yah, someday.. :)
Showing posts with label Beasiswa. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa. Show all posts
Wednesday, April 24, 2013
Wednesday, January 30, 2013
Mengikuti TOEFL ITP di Pusat Bahasa Unhas
Postingan kali ini saya akan membahas tentang pengalaman saya waktu mengikuti TOEFL ITP di Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin. Saya ngambil ujian TOEFL ITP saat itu karena saya berencana untuk apply salah satu beasiswa ke luar negeri, yaitu beasiswa Monbukagakusho by University Recommendation. Emang sih udah lama saya rencanain untuk ikut ujian ini, tapi selalu saja urung karena rasa kurang percaya diri saya terlalu kuat dibandingkan niat saya. Hehehe.. terlalu lama menggalau, akhirnya saya mulai memutuskan untuk membuat planning pengumpulan dokumen persyaratan beasiswa, nah, TOEFL ITP itulah salah satunya.
Labels:
Beasiswa,
Monbukagakusho,
Pengalaman,
TOEFL ITP
Location:
Makassar, Indonesia
Tuesday, January 29, 2013
Pengalaman Translate Ijazah di Pusat Bahasa Unhas
Translate ijazah ke Bahasa Inggris seringkali menjadi satu momok permasalahan dalam melengkapi persyaratan beasiswa ke luar negeri. Para pemburu beasiswa ini biasanya akan kelimpungan mencari lembaga resmi yang bisa metranslate ijazah mereka dengan bahasa inggris yang baik. Memang sih ada beberapa fakultas atau universitas yang bagian akademiknya bersedia mengeluarkan transkrip atau ijazah dalam bahasa Inggris, akan tetapi hanya fakultas atau universitas tertentu saja yang memberlakukan seperti itu. Sehingga pemburu beasiswa ini akan mencari jasa penerjemah tersumpah untuk mentranslatekan ijazahnya.
Sebenarnya tidak perlu mencari jauh-jauh, Pusat Bahasa di tiap Universitas biasanya menyediakan jasa untuk translate dokumen termasuk ijazah dan transkrip nilai. Di Universitas Hasanuddin misalnya. Biaya translate Ijazah dan Transkrip Rp. 20.000,-/halaman. Saat awal memasukkan dokumen translate, petugas Pusat Bahasa biasanya akan meminta lembaran ijazah dan transkrip asli dan fotokopian (yang asli hanya untuk diperlihatkan saja kepada petugas) serta biaya translate seharga Rp. 20.000,-/halaman. Setelah menyerahkan dokumen dan biaya translate, kita akan diberikan semacam kwitansi pembayaran dan kita akan disuruh untuk datang kembali setelah satu minggu hari kerja, jadi bila kita memasukkannya pada hari Senin maka hasil translate baru bisa diambil pada hari Rabu pekan depannya.
Hari saat mengambil kembali lembaran hasil translate, petugas akan memberikan semacam hasil translate awal untuk kita koreksi bila mungkin ada istilah-istilah khusus sesuai bidang studi yang tercantum dalam lembaran transkrip (biasanya istilah kedokteran, pertanian, dll) atau mungkin ada kesalahan pengetikan yang tidak disengaja saat mentranslate. Hasil translate itu kita bawa pulang ke rumah untuk dikoreksi dan bila sudah terasa klop, esoknya kita bawa kembali hasil translate tersebut ke petugas Pusat Bahasa. Petugas biasanya akan membuat ulang translate dengan melihat hasil koreksi kita, dan kita disuruh menunggu sehari lagi untuk pengambilan hasil akhir translate. Akan tetapi, bila hasil translate awal tersebut tidak perlu dikoreksi, maka kita bisa langsung menggandakannya (red: fotokopi) sesuai kebutuhan kemudian menyerahkannya kembali kepada petugas untuk ditandatangani dan dilegalisir. Biaya legalisir saat itu (Juli 2012) Rp. 5.000,-/lembar. Yap, selesai! Total waktu keseluruhan yang kita butuhkan untuk urusan translate mentranslate sekitar 2 minggu-an, dengan beberapa kali bolak balik Pusat Bahasa untuk koreksi dan lain-lain (nah bagian ini yg lumayan ngerepotin klo kita nya memang sibuk).
Oh ya, saya lupa, di Unhas, Pusat Bahasa ada di lantai 2, pas di atas Lab Bahasa Unhas (maaf ya fotonya gak ada, ntar saya upload kalo udah ada). Kalau jalan dari arah baruga, naik tangga terus belok ke kiri, susuri saja jalannya, di pintu Pusat Bahasa ada semacam tulisan "Pendaftaran TOEFL ITP", nah kalo udah dapat, masuk saja, pintunya emang tertutup (karena ruang ber-AC) ketuk pintu kalo mau, kalo gak ya gak apa-apa, nah tempatnya itu bersebelahan dengan pendaftaran TOEFL tapi dia di sebelah kiri. Petugasnya itu ibu-ibu, bilang aja to the point mau translate ijazah, nanti bakalan dilayanin dengan baik kok. Dulu saya malah dikasih pensil 2B sama ibu nya, gara-gara pensil 2B yang saya pakai untuk koreksi hasil translate udah mini banget, jadinya lumayan sulit buat dipegang. Malahan si ibu meledak ketawanya gara-gara ngeliatin pensil mini yang saya pake. :D
Ok, that's my experience.. semoga bisa membantu sobat-sobat yang lagi bingung nyariin tempat
translate ijazah. Lain kali saya akan sharing sharing juga tentang daftar TOEFL ITP. Tunggu post selanjutnya ya!
Eureka!
Sebenarnya tidak perlu mencari jauh-jauh, Pusat Bahasa di tiap Universitas biasanya menyediakan jasa untuk translate dokumen termasuk ijazah dan transkrip nilai. Di Universitas Hasanuddin misalnya. Biaya translate Ijazah dan Transkrip Rp. 20.000,-/halaman. Saat awal memasukkan dokumen translate, petugas Pusat Bahasa biasanya akan meminta lembaran ijazah dan transkrip asli dan fotokopian (yang asli hanya untuk diperlihatkan saja kepada petugas) serta biaya translate seharga Rp. 20.000,-/halaman. Setelah menyerahkan dokumen dan biaya translate, kita akan diberikan semacam kwitansi pembayaran dan kita akan disuruh untuk datang kembali setelah satu minggu hari kerja, jadi bila kita memasukkannya pada hari Senin maka hasil translate baru bisa diambil pada hari Rabu pekan depannya.
Hari saat mengambil kembali lembaran hasil translate, petugas akan memberikan semacam hasil translate awal untuk kita koreksi bila mungkin ada istilah-istilah khusus sesuai bidang studi yang tercantum dalam lembaran transkrip (biasanya istilah kedokteran, pertanian, dll) atau mungkin ada kesalahan pengetikan yang tidak disengaja saat mentranslate. Hasil translate itu kita bawa pulang ke rumah untuk dikoreksi dan bila sudah terasa klop, esoknya kita bawa kembali hasil translate tersebut ke petugas Pusat Bahasa. Petugas biasanya akan membuat ulang translate dengan melihat hasil koreksi kita, dan kita disuruh menunggu sehari lagi untuk pengambilan hasil akhir translate. Akan tetapi, bila hasil translate awal tersebut tidak perlu dikoreksi, maka kita bisa langsung menggandakannya (red: fotokopi) sesuai kebutuhan kemudian menyerahkannya kembali kepada petugas untuk ditandatangani dan dilegalisir. Biaya legalisir saat itu (Juli 2012) Rp. 5.000,-/lembar. Yap, selesai! Total waktu keseluruhan yang kita butuhkan untuk urusan translate mentranslate sekitar 2 minggu-an, dengan beberapa kali bolak balik Pusat Bahasa untuk koreksi dan lain-lain (nah bagian ini yg lumayan ngerepotin klo kita nya memang sibuk).
Oh ya, saya lupa, di Unhas, Pusat Bahasa ada di lantai 2, pas di atas Lab Bahasa Unhas (maaf ya fotonya gak ada, ntar saya upload kalo udah ada). Kalau jalan dari arah baruga, naik tangga terus belok ke kiri, susuri saja jalannya, di pintu Pusat Bahasa ada semacam tulisan "Pendaftaran TOEFL ITP", nah kalo udah dapat, masuk saja, pintunya emang tertutup (karena ruang ber-AC) ketuk pintu kalo mau, kalo gak ya gak apa-apa, nah tempatnya itu bersebelahan dengan pendaftaran TOEFL tapi dia di sebelah kiri. Petugasnya itu ibu-ibu, bilang aja to the point mau translate ijazah, nanti bakalan dilayanin dengan baik kok. Dulu saya malah dikasih pensil 2B sama ibu nya, gara-gara pensil 2B yang saya pakai untuk koreksi hasil translate udah mini banget, jadinya lumayan sulit buat dipegang. Malahan si ibu meledak ketawanya gara-gara ngeliatin pensil mini yang saya pake. :D
Ok, that's my experience.. semoga bisa membantu sobat-sobat yang lagi bingung nyariin tempat
translate ijazah. Lain kali saya akan sharing sharing juga tentang daftar TOEFL ITP. Tunggu post selanjutnya ya!
Eureka!
Labels:
Beasiswa,
Monbukagakusho,
Pengalaman,
Translate Ijazah
Location:
Makassar, Indonesia
Journey to Japan (Masih On The Way)
Dan perjalanan pun dimulai...
Hmm, bagusnya mulai dari mana ya. It’s a long long journey
to be said.. pengalaman yang udah terbilang lama sebenarnya, tapi baru bisa
publish sekarang. Hehe.. semoga aja ada manfaatnya.
Semuanya dimulai dari keinginan sahabat liqo saya untuk
melanjutkan sekolahnya ke negeri sakura. Saat itu saya tidak mengerti mengapa
dan untuk apa dia memilih untuk melanjutkan sekolahnya ke sana. Saya hanya mendapatkan
info dari teman liqo saya yang lain bahwa dia telah membicarakannya dengan
murobbiyah saya, dan mengenai usahanya, hmm boleh dibilang, sudah lebih 50 %
lah.
Sayang sekali, pada akhirnya sahabat saya itu tidak lolos
pada tahap seleksi administrasi. Ntahlah kenapa, padahal saat itu mulai dari
nilai IPK, TOEFL sama pengalaman organisasi dan akademik rasa-rasanya terlalu
menjanjikan untuk bisa lolos. Tapi qadarallah, sepertinya taqdir berkata lain
padanya, di tahun itu terjadi bencana tsunami yang dahsyat di Jepang, yang
menyebabkan perekonomian di Jepang mengalami kemerosotan, dan pada akhirnya
berdampak pada kuota penerimaan mahasiswa yang apply beasiswa (red: Beasiswa
Monbukagakusho). Kuota di cut sampai hampir setengah dari tahun lalu, sehingga
banyak yang awalnya memimpikan bisa kuliah di sana, kandas tak bertepi (nah lo,
muncul lagi istilah gak jelas). Dan sahabat saya menjadi salah satu dari mereka
yang kurang beruntung itu. Rasanya sayang sekali yah, tapi dengan begitu,
taqdir malah membawanya menjadi sosok yang lain, yang lebih baik dari pada yang
dia impikan. Sahabat saya itu telah berubah status menjadi seorang Istri
sekarang (semoga menjadi Istri yang sholeh). Ada hikmahnya juga..
Nah, back to my journey,, dari situlah mulai muncul
keinginan yang sama untuk melanjutkan sekolah ke Jepang. Kira-kira sekitar dua
tahun lebih saya mempersiapkannya. Setahun mencari informasi mengenai beasiswa.
Setahunnya lagi untuk mencari kembali informasi beasiswa. Lah, koq dua tahun
hanya nyari-nyari informasi saja? Nah, itu dia, yang tahun kedua itu mulai lagi
pencarian gara-gara laptopku rusak, dan semua data-data setahun yang saya
kumpulkan juga ikut-ikutan raib. Qadarallah wa masya’a fa’ala.
Nah awal mula journey to find the information nanti saja ya
saya ceritakan di post selanjutnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)